Media Belanda telah mengungkapkan daftar tujuh pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa dengan nilai pasar tinggi dan berpotensi bergabung dengan Timnas Indonesia. Program naturalisasi pemain keturunan ini menjadi kunci kebangkitan sepak bola Indonesia di bawah kepemimpinan Erik Thohir sebagai ketua umum PSSI. Kehadiran pemain diaspora seperti Tom High, Jas Kavindck, dan Joy Pelupesi telah meningkatkan kualitas tim secara signifikan.
Indonesia kini mampu bersaing dengan tim-tim besar Asia, terbukti dari kemenangan 1-0 atas Bahrain pada 25 Maret 2025. PSSI berambisi untuk tidak hanya melanjutkan program naturalisasi, tetapi juga mendekati beberapa nama potensial seperti Emiliano Jonathans dan Tristan Goyar.
Menurut laporan dari media Belanda, tujuh pemain tersebut antara lain Pascal Struick dari Leeds United, dengan nilai pasar 16 juta Euro (sekitar Rp264 miliar). Ia merupakan bek tengah dengan darah Indonesia dari kakeknya dan telah diincar PSSI sejak 2022. Jiden Osterwalde, bek lain dengan nilai 14 juta Euro, juga menunjukkan potensi besar untuk bergabung. Jo Rworld, gelandang bertahan yang pernah bermain untuk Timnas Belanda, dan Tristan Goyar, bek serba bisa Ajax Amsterdam, juga menjadi sorotan.
Selanjutnya ada Tomy Luciano Sanago, Emiliano Jonathans, dan Miss Clein dari Sparta Rotterdam, yang meski memiliki nilai pasar lebih rendah, tetap menunjukkan potensi sebagai tambahan kekuatan untuk Timnas. Program naturalisasi ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing Indonesia di pentas internasional.
Dengan semakin banyaknya pemain berkualitas yang berpotensi bergabung, impian Indonesia untuk tampil di Piala Dunia semakin mendekati kenyataan. PSSI terus berupaya menarik talenta diaspora demi memperkuat skuad Garuda dan menatap masa depan yang cerah dalam dunia sepak bola.