Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian publik tertuju pada kebijakan PSSI terkait tim nasional Indonesia. Para legenda sepak bola dunia mengapresiasi langkah berani yang diambil oleh federasi, terutama dalam hal generasi pemain yang lebih muda. Timnas Indonesia kini diakui sebagai tim termuda di berbagai kompetisi, termasuk Piala Asia senior dan U-23, dengan rata-rata umur pemain mencapai 24,9 tahun saat melawan Australia dan Bahrain.
Keputusan PSSI untuk mengganti pelatih, yang dianggap berisiko, telah mengundang diskusi. Meskipun banyak skeptisisme terhadap calon pelatih baru, Patrick Cliford, pelatih dan asisten yang baru, Alex Pason dan Denny Lanzat, menunjukkan kerja sama yang solid di lapangan. Hasil positif dari laga melawan Bahrain, di mana Indonesia meraih tiga poin, semakin memperkuat harapan untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam konteks kebijakan potong generasi, langkah ini memang jarang diambil oleh tim-tim besar di dunia. Namun, PSSI menganggap bahwa hal ini sangat penting untuk mempersiapkan timnas Indonesia menghadapi berbagai turnamen di masa depan. Mantan pemain Korea Selatan, Park Ji-sung, dan legenda lainnya, seperti Roberto Carlos dan Luis Garcia, memberikan dukungan positif terhadap perkembangan tim.
Di sisi lain, penyerang Ole Remeni berbagi kisah emosional tentang ketertarikan dirinya untuk membela timnas Indonesia, yang ia kaitkan dengan warisan keluarga. Perjalanan Ole sebagai pemain timnas dan kontribusinya di lapangan menunjukkan komitmen dan kecintaannya terhadap Indonesia.
Meskipun ada kritik dan skeptisisme, para penggemar sepak bola diharapkan untuk tetap mendukung timnas dan melihat perkembangan yang sedang berlangsung. Dengan kebijakan yang tepat dan komitmen terhadap pembinaan pemain muda, PSSI berambisi membawa timnas Indonesia ke jenjang yang lebih tinggi di kancah sepak bola internasional. Harapan akan masa depan yang cerah bagi timnas Indonesia menjadi motivasi bagi semua pihak yang terlibat.